Umur Safety Belt
Umur safety belt. Jika Anda setiap hari berkendara pastinya sudah akrab dengan yang namanya safety belt. Sebelum mobil dijalankan, spontan saja tangan akan meraih sabuk pengaman lalu menguncinya. Alat keselamatan ini bagai sudah jadi hal yang wajib di mobil saat ini. Tapi bagaimana agar safety belt tersebut tetap prima digunakan? Jangan-jangan punya umur juga?
Umur Safety Belt
Bentuk dan model safety belt memang tidak berubah meskipun dipakai bertahun-tahun lamanya. Banyak yang mengecek cuma dengan menariknya. Jika masih nyangkut, anggapannya kebanyakan orang masih bagus, dan tidak berpikir mengenai umur safety belt. Tapi ternyata ini belum tentu, sebetulnya, safety belt itu cuma bisa menahan beban 2X berat tubuh kita. Jika cuma dipakai tiap hari tidak akan apkir. Tapi kalau mobil Anda pernah mengalami benturan cukup keras, harus cek kondisi seat belt tersebut, kalau bertrabrakan secara frontal, beban safety belt kira-kira 2X berat tubuh kita. Jadi, khusus mobil yg pernah mengalami benturan cukup keras di bagian depan, ada baiknya cek seat belt Anda. Dan kalau membeli mobil bekas juga demikian. Cek tulang bodi mogil apakah pernah mengalami tabrakan ‘adu kambing’? Sebab biasanya perbaikan cuma fokus pada body dan belumlah tentu pemiliknya dulu sudah mengganti seat belt yang ada serta memikirkan umur safety belt. Terutama buat mobil model baru, perhatikan buku manual guna mengetahui apakah sdh menggunakan safety belt dgn pretensioner. Safety belt dengan pretensioner ini kalau sudah meledak mesti diganti dengan yang baru. Sebab safety belt type ini akan apkir jika pretensioner safety belt tersebut pernah aktif. Ada zat semacam gas yg mendorong bola maupun katup utk mengencangkan safety belt sebelum terjadinya benturan. Nah, jika gas sudah pernah meledak, safety belt tentunya jadi macet. Oleh karena itu harus ganti dengan yang baru karena memang umur safety belt sangat berarti bagi keamanan Anda.
Artikel Terkait
Sumber Artikel: otomotifnet.com
Foto: otomotifnet.com





